Metrosiantarnews.id - Pelayanan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Perdagangan, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan menyusul keluhan masyarakat terkait aliran listrik yang diduga kerap padam-hidup secara berulang. Kondisi tersebut dikeluhkan karena mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap peralatan elektronik serta biaya listrik yang harus dibayar pelanggan.
Rizal salah satu pelanggan PLN berharap pihak ULP PLN Perdagangan tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat.
Baca Juga:
PLN Watch Minta Pemerintah dan Semua Stakeholder Dukung Dirut PLN yang Baru
"Masyarakat membutuhkan pelayanan listrik yang stabil, responsif, serta penjelasan yang transparan apabila terjadi gangguan jaringan" Kata Rizal dengan nada kesal.
Keluhan masyarakat juga menyangkut dugaan kenaikan tagihan listrik atau biaya pembelian token di tengah gangguan pasokan listrik. Namun, apakah kenaikan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi listrik yang padam-hidup? Hal ini perlu diperiksa melalui data pemakaian kWh, kondisi meter, daya listrik, serta riwayat tagihan masing-masing pelanggan.
Masyarakat juga meminta agar petugas melakukan pemeriksaan teknis terhadap jaringan dan tegangan listrik, terutama apabila gangguan berlangsung berulang kali di wilayah yang sama.
Baca Juga:
PLTD Sidera 50 MW Perkuat Pasokan Listrik Sulawesi, ALPERKLINAS Sebut Investasi Strategis
Desakan kepada ULP PLN Perdagangan
Masyarakat berharap management ULP PLN Perdagangan segera mengevaluasi kualitas pelayanan, memeriksa penyebab listrik padam-hidup, serta memberikan penjelasan mengenai keluhan kenaikan tagihan pelanggan. Jangan sampai keluhan masyarakat berlarut-larut tanpa kepastian.
Masyarakat membayar listrik untuk mendapatkan layanan yang layak, sehingga transparansi, tanggung jawab, dan tindak lanjut yang nyata menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik.
[ Redaktur : SJM14 ]