Metrosiantarnews.id - Gerakan Sosial Untuk Pemekaran Simalungun Hataran (Gesturs) gelar aksi percepatan agar simalungun segera di pisah menjadi dua wilayah dengan tetap mempertahankan adat (Ahab) simalungun, di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Jumat (9/10/2026) sekira pukul 15.00 WIB.
Aksi tersebut digelar dengan membentangkan kain putih sepanjang 100 meter untuk ditanda tangani seluruh warga simalungun yang sepemahaman dengan pemekaran. Karena pemekaran adalah kebutuhan mengingat luasnya wilayah simalungun induk saat ini mencapai 32 Kecamatan.
Baca Juga:
Hinca Panjaitan Turun Tangan, Kasus Lima Lembu Mati di Kebun Dolok Ilir Diminta Diproses Tuntas
Terlihat respon positif masyarakat yang turut membubuhkan tangan, menjadi dasar bahwa masyarakat sangat mendukung terjadinya pemekaran Simalungun.
Salah satu masyarakat yang turut membubuhkan tanda tangan Carles Hutagalung mengatakan sangat setuju apabila Simalungun dimekarkan. Karena setiap masyarakat yang berurusan kesalah satu instansi sangatlah jauh, selain menguras tenaga, waktu, pikiran dan juga materi.
“Jadi kami selaku masyarakat Simalungun bawah sangat berharap Simalungun segera dapat dimekarkan, ” Katanya.
Baca Juga:
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati di Areal Perkebunan Dolok Ilir, Diduga Keracunan
Koordinator Aksi Joel Sinaga mengatakan Simalungun sangat layak untuk dimekarkan. karena semua persyaratan yang dibutuhkan sudah sangat terpenuhi untuk dilakukan pemekaran menjadi dua kabupaten bahkan tiga kabupaten.
Tanpa pemekaran kebutuhan atau perbaikannya infrastruktur akan selalu menjadi persoalan terus menerus, siapapun pemimpinnya di Kabupaten Simalungun.
“Pembangunan infrastruktur, pelayanan, kesejahteraan, pembangunan dan kemajuan simalungun hanya tercapai jika kita dimekarkan dengan ketentuan tetap menjaga adat simalungun. Bila perlu kota perdagangan sekitar kita mintakan menjadi Kotamadya,”kata aktivis kawakan 98 tersebut.
Aksi terlihat berjalan dari simpang kampung Jawa perdagangan, bersama sejumlah massa, spanduk, serta pengeras suara dengan pengawalan patroli polisi, menuju depan kantor camat dan berakhir ke simpang Perumnas Manahul lalu membubarkan diri dengan tertib.
[ Redaktur : SJM14 ]