Metrosiantarnews.id - Warga Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun merasa resah dengan kondisi kabel listrik menggantung Rendah dan Semrawut milik Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang melintas di atas jalan diduga hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah. Selasa, 8 September 2026.
Kondisi ini bukan sekadar mengganggu pemandangan, tetapi berpotensi menjadi jebakan maut bagi warga yang melintas.
Baca Juga:
PLN Group Gandeng Sejumlah Mitra, Lima Kolaborasi Strategis Capai Rp3,3 Triliun
Kondisi itu diperkirakan sudah berlangsung lama tanpa penanganan dari pihak terkait.
Seorang warga mengungkapkan, kondisi kabel menggantung Rendah dan Semrawut itu telah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini belum terlihat adanya penanganan maupun perbaikan dari pihak terkait.
"Kami takut kalau sewaktu-waktu kabel itu putus atau menyambar orang yang lewat. Jangan sampai harus ada korban dulu baru diperbaiki,” ujar warga tersebut kepada awak media.
Baca Juga:
Electricity Connect 2026: PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun
Warga mempertanyakan ke mana perhatian ULP PLN Perdagangan. Jika kondisi kabel tersebut benar berada pada ketinggian yang membahayakan, mengapa belum juga dilakukan tindakan perbaikan dan pengamanan? Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan.
Kabel-kabel tampak melintang rendah, sementara jalan tersebut digunakan masyarakat setiap hari. Jangan sampai PLN baru bergerak setelah kabel menyambar kendaraan atau merenggut nyawa warga.
[ Redaktur : SJM14 ]