Menurut AKP Verry Purba, ketiga korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan. Namun, karena telah meninggal dunia, jenazah selanjutnya dipindahkan ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Perdagangan.
Berdasarkan keterangan Fauzi, leader PT Nirwana Mahanu Putra, ketiga korban baru bekerja selama empat hari. Saat kejadian, mereka tengah melakukan pekerjaan finishing berupa pengelasan di lantai 6 gedung pabrik.
Baca Juga:
Polres Simalungun Dipimpin Kapolres Baru, AKBP Hendri Nupia Dinka Barus Gantikan AKBP Marganda Aritonang
Ketiga korban diduga terjatuh ketika berupaya menyelamatkan diri setelah kobaran api dan asap memasuki lantai 6. Suara dentuman yang diduga berasal dari ledakan juga terdengar saat kejadian.
Dalam kondisi tersebut, ketiganya diduga berupaya menyelamatkan diri dengan melompat dari ketinggian hingga akhirnya mengalami kecelakaan fatal.
Untuk menangani kebakaran, sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai instansi. Armada tersebut terdiri atas dua unit dari Kinra, satu unit PT Evyap, tiga unit Pemkab Simalungun, tiga unit Pemkab Batu Bara, satu unit TNI AD, satu unit AWC Brimob Kompi II B Siantar, satu unit PT Basic, serta satu unit Pemko Pematangsiantar.
Baca Juga:
PWS Soroti Klarifikasi Polres Simalungun: Dugaan Setoran Mingguan Thm Jw 78 Jangan Berhenti di Bantahan, Legalitas Usaha Juga Wajib Dibuka
“Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di lokasi kejadian,” ujar AKP Verry Purba.
Personel Polres Simalungun juga melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Karya Husada. Hingga pukul 14.00 WIB, belum ada korban tambahan yang datang ke rumah sakit akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, ketiga jenazah telah dijemput pihak keluarga menggunakan ambulans untuk dibawa ke rumah duka.